Jakarta, 9 Oktober 2026 — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus mendorong penerapan Green Port melalui transformasi energi di lingkungan pelabuhan. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mengurangi emisi dari aktivitas kepelabuhanan, antara lain melalui elektrifikasi peralatan dan pemanfaatan listrik dari darat bagi kapal yang bersandar. PT Energi Pelabuhan Indonesia (PT EPI), sebagai bagian dari ekosistem Pelindo, berperan sebagai enabler yang mendukung kesiapan dan pemanfaatan infrastruktur energi. Pengembangan layanan kelistrikan, termasuk Onshore Power Supply (OPS), menjadi salah satu langkah untuk menerjemahkan agenda keberlanjutan Pelindo ke dalam implementasi operasional.

Komitmen tersebut turut dibahas dalam Sesi panel “Pelabuhan sebagai Penggerak Green Shipping Corridor Indonesia” yang diselenggarakan di Shangri-La Hotel, Jakarta, pada 7 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, PT Energi Pelabuhan Indonesia (PT EPI), sebagai bagian dari ekosistem Pelindo, berbagi perspektif dan pengalaman mengenai implementasi Green Port melalui pemanfaatan energi bersih untuk mendukung operasional Pelabuhan yang lebih efisien, bersih, dan andal.

Direktur Utama PT EPI, Andriyuda Siahaan, mengatakan bahwa transformasi energi merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung penerapan Green Port. Menurut dia, perubahan menuju operasional yang lebih ramah lingkungan membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan yang andal, sesuai dengan kebutuhan operasional pelabuhan dan kapal.

“Pelindo terus mendorong penerapan Green Port sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan mengurangi dampak lingkungan dari kegiatan kepelabuhanan. Dalam hal ini, PT EPI berperan mendukung implementasinya melalui penyediaan solusi dan infrastruktur energi yang andal, termasuk OPS dan elektrifikasi peralatan operasional,” ujar Andriyuda.

Salah satu implementasi yang dikembangkan PT EPI adalah layanan OPS, yang memungkinkan kapal menggunakan pasokan listrik dari darat saat bersandar sebagai pengganti pengoperasian generator berbahan bakar fosil. Penggunaan listrik dari darat berpotensi mengurangi konsumsi bahan bakar, emisi gas buang, serta kebisingan di sekitar area pelabuhan.

Di Pelabuhan Tanjung Priok, PT EPI telah mengimplementasikan tambahan dua unit OPS dengan kapasitas terpasang masing-masing 500 KVA. Dalam uji coba pada Juli 2026 bersama kapal Sinar Pajajaran, penggunaan OPS mencatat penghematan sekitar 700 liter bahan bakar per hari sandar dan potensi penghindaran emisi sekitar 1,5 ton CO₂ per hari sandar. Penggunaan OPS juga menunjukkan potensi efisiensi biaya energi lebih dari 40% dibandingkan penggunaan genset saat kapal bersandar.

Selain OPS, elektrifikasi peralatan bongkar muat juga menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Pada implementasi elektrifikasi container crane, peralihan dari mesin diesel ke tenaga listrik menunjukkan potensi penghematan biaya energi sebesar 33 persen, dengan kapasitas daya terpasang 1 MVA.Kedua implementasi tersebut menunjukkan bagaimana transformasi energi dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan operasional elabuhan. Namun, percepatan penerapannya tetap memerlukan kesiapan infrastruktur, kesesuaian standar teknis, serta Melalui pengembangan infrastruktur dan layanan energi, PT EPI mendukung langkah Pelindo dalam memperluas penerapan Green Port secara bertahap dan berkelanjutan. Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat keandalan pasokan energi sekaligus membuka peluang pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi di lingkungan pelabuhan Indonesia.

Filter

Kantor Pusat

Customer Service